Bulan Tampak Lebih Besar Saat Terbit

12 November 2009 03:01 pm -- Post di JADI TAHU | Comments Off

 Bulan Adalah Satelit Bumi. Jarak antara titik pusat Bulan dan titik pusat Bumi kira-kira 384.403 km. Jarak tersebut akan relatif sama dari mulai Bulan terbit sampai terbenam. Karena jarak Bumi dan Bulan relatif sama maka diameter Bulan akan selalu terlihat sama. 


Memang sebenarnya jarak Bumi dan Bulan tidak tetap karena lintasan Bulan tidak benar-benar berupa lingkaran, tetapi perubahan ukuran Bulan karena hal tersebut tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Sebenarnya ukuran Bulan selalu sama, hanya saja kita kadang-kadang melihatnya seolah-olah lebih besar.  Baca Selanjutnya… »
Share on Facebook

PLANET LAIN LEWAT DUNIA MAYA

12 November 2009 02:55 pm -- Post di JADI TAHU | Comments Off

 Dalam beberapa tahun terakhir, kita bisa melihat bahwa negara-negara maju seperti Amerika Serikat semakin giat memperbanyak misi-misi ruang angkasanya dalam rangka penelitian Planet Mars. Planet merah ini begitu mempesona ilmuwan-ilmuwan dunia sehingga mereka begitu ingin memecahkan misteri yang menyelubunginya. Keinginan mengunjungi dan mempelajari Mars tidak hanya menjangkiti para ilmuwan, tetapi juga para pengusaha film, pengarang buku, dan masyarakat umum. 

Baca Selanjutnya… »

Share on Facebook

BERLAYAR DI ANGKASA

12 November 2009 02:47 pm -- Post di JADI TAHU | Comments Off

 Berlayar kok di luar angkasa? Bagaimana caranya? Apakah di luar angkasa yang sepi dan gelap itu ada cukup angin yang dapat mengembangkan layar seperti angin laut yang mengembangkan layar dan mengarahkan kapal-kapal laut? Nah, di sinilah kunci utamanya! Menurut fisika, berlayar di luar angkasa tidak mustahil! Tetapi konsep yang digunakan berbeda dengan konsep berlayar menggunakan kapal laut. Di luar angkasa yang luas itu, "kapal layar" tidak mengembang dan meluncur dengan bantuan angin. Ada sesuatu yang lain yang membantu pelayaran di dunia asing ini.  Baca Selanjutnya… »

Share on Facebook

Embun di kaca?

12 November 2009 02:40 pm -- Post di JADI TAHU | Comments Off

 Pertanyaan: Mengapa suka terbentuk embun di kaca? Jawab : Embun yang menempel di kaca adalah hasil perubahan wujud dari gas menajdi cair. Peristiwa ini disebut proses kondensasi terjadi ketika hujan. Perubahan bentuk gas menjadi cair ini terjadi karena uap air di udara mengalami penurunan suhu sehingga berubah menajdi air. Peristiwa ini sering terjadi ketika kita mengeluarkan botol minuman dari kulkas, ketika kita mengendarai mobil ketika hujan, dll. Embun akan terbentuk pada sisi kaca yang lebih panas, karena uap air pada udara yang lebih panas didinginkan oleh kaca.

Share on Facebook

Mengenal Pelangi

07 November 2009 05:13 am -- Post di JADI TAHU | No Comments »

 Pelangi merupakan salah satu pemandangan indah yang jarang kita lihat. Jika dilihat, bentuk pelangi seperti busur di langit biru yang muncul karena pembiasan dari sinar matahari ketika hujan Kira-kira di mana ya pelangi bisa terlihat? Biasanya pelangi bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau ketika hujan baru berhenti turun.


Pelangi merupakan satu-satunya gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat. Ia terdiri dari beberapa spektrum warna. Teman-teman bisa menyebutkan warna apa sajakah yang bisa kita lihat pada pelangi tersebut? Ya, benar, di antara warna tersebut adalah merah, kuning, hijau, biru, jingga, ungu dan sebenarnya ada warna-warna lain yang tidak dapat kita lihat langsung dengan mata. Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sedangkan violet memiliki panjang gelombang terkecil.
Share on Facebook

Mengenal Bagian dan lapisan Bumi

07 November 2009 05:05 am -- Post di JADI TAHU | Comments Off

 Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari,sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Baca Selanjutnya… »

Share on Facebook

Mengapa Mengantuk Malam Hari?

07 November 2009 04:59 am -- Post di JADI TAHU | Comments Off

 Pernahkah Anda bertanya, mengapa saat malam kita mengantuk? Atau mengapa bila masyarakat pedesaan yang belum ada listrik cenderung tidur lebih cepat? Jawabannya adalah karena adanya hormon melatonin. SCN akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon melatonin ini saat hari sudah gelap. Selanjutnya, hormon melatonin akan memerintahkan tubuh untuk beristirahat. Namun dengan kehadiran lampu listrik yang membuat suasana malam hari menjadi terang menghambat dikeluarkannya hormon melatonin, sehingga saat ini jam tidur manusia lebih larut malam daripada sebelumnya.

Share on Facebook

Emas dan Batu

17 October 2009 08:45 am -- Post di CERITA ANAK | Comments Off

 Berkat kerja keras dan selalu menabung, petani itu akhirnya kaya raya. Karena tak ingin tetangganya tahu mengenai kekayaannya, seluruh tabungannya dibelikan emas dan dikuburnya emas itu di sebuah lubang di belakang rumahnya. Seminggu sekali digalinya lubang itu, dikeluarkan emasnya, dan diciuminya dengan penuh kebanggaan. Setelah puas, ia kembali mengubur emasnya. Baca Selanjutnya… »

Share on Facebook

Sunan Drajat

10 October 2009 06:11 pm -- Post di CERITA ANAK | Comments Off

Sunan Drajat adalah putera Sunan Ampel dengan Dewi Candrawati. Adiknya bernama Raden Makdum Ibrahim yang dikenal dengan nama Sunan Bonang. Nama Asli Sunan Drajat adalah Raden Qosim diminta ayahnya untuk berdakwah di sebelah barat Gresik. Di sana belum ada ulama yang menyebarkan agama Islam. Sebelum memulai perjalanan, Raden Qosim singgah di pesantren Sunan Giri di Gresik untuk memohon restu. Ia kemudian naik perahu menuju ke arah barat. Semula angin laut mendorong perahu dengan tenang. Tiba-tiba topan bertiup kencang. Dalam sekejap mata, topan itu menjadi badai yang dahsyat. Kilat sambung-menyambung. Baca Selanjutnya… »

Share on Facebook

Ular Hitam Bukit Kangin

10 October 2009 06:04 pm -- Post di CERITA ANAK | Comments Off
 
Di daerah pedalaman pulau Bali terdapat sebuah desa yang subur, makmur, aman dan damai bernama desa Tenganan. Namun, pada suatu hari penduduk desa dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki yang berpakaian compang-camping seperti layaknya pengembara yang kehabisan bekal. "Siapakah namamu? Darimana asalmu?" tanya seorang pemuka mayarakat bernama Jero Pasek Tenganan. "Nama saya I Tundung. Saya orang miskin, tidak punya tempat tinggal tetap," jawab lelaki itu.

Jero Pasek Tenganan merasa iba melihat keadaan I Tundung. Lantas ia memberikan makanan dan minum secukupnya. Ucapan terima kasih tak henti-hentinya disampaikan I Tundung kepada Jero Pasek Tenganan. "Maaf, tuan. Kalau tuan berkenan, saya ingin mengabdikan diri kepada tuan," pinta I Tundung. "Pekerjaan apapun yang tuan berikan, akan saya kerjakan dengan senang hati," tambah I Tundung. Karena kasihan Jero Pasek menerima permintaan I Tundung. Maka, mulai saat itu I Tundung tinggal di rumah Jero Pasek. Baca Selanjutnya… »
Share on Facebook