Perbedaan Perkaya Wawasan Anak

 Di kelompok bermain, anak akan mengenal dan memahami banyak hal yang “tidak sama”. Tidak masalah, karena justru akan memperkaya wawasan anak


Di usia 3 tahun, saat anak mulai masuk kelompok bermain, ia bertemu banyak teman yang berbeda darinya. Entah itu beda kebiasaan, bahasa, warna kulit, juga beda agama. Anak pun bertanya-tanya: “Mengapa warna kulitku beda dengan Igo, temanku? Kenapa cara Igo berdoa sebelum makan seperti itu?”  

Inilah kesempatan emas bagi Anda untuk lebih banyak lagi mengenalkan anak tentang perbedaan. Pengetahuan ini selain mempersiapkan anak untuk hidup bersama dalam perbedaan, juga mengajarkan toleransi, kebersamaan dan empati. 

“Kulitmu terang, kulitku gelap”. Inilah perbedaan pertama yang tertangkap mata anak saat ia bertemu teman barunya. Anak-anak membandingkan warna kulit, warna rambut dan perbedaan fisik lainnya. Aneka perbedaan itu justru menjadi media yang tepat untuk mengajarkan cara terbaik dalam  menghadapi perbedaan tersebut.   

“Masakan ini manis”. Mengeksplorasi perbedaan lewat citarasa makanan sungguh sangat menyenangkan. Setiap daerah memiliki makanan khas masing-masing. Bisa jadi Anda pernah mengajak anak makan Soto Madura, Nasi Gudeg, Es Palu Butung, pizza, spaghetti, hamburger. Mengapa tak Anda ajak anak mengenal makanan khas daerah atau negara lain yang belum dicobanya?    
    Jika Anda berniat mengenal budaya lewat makanan berikut ini cara asyik yang bisa Anda lakukan:

  • Sembari mengenalkan makanan suatu negera, ajak si kecil mengenakan pakaian dan aksesori daerah atau negara tersebut.
  • Anda bisa membuat hari Thailand atau hari Nusa Tenggara Barat, dengan memperkenalkan makanan khas daerah beserta berbagai aksesori interiornya. Anak merasakan atmosfer beda, dan menganggap pelajaran mengenal perbedaan sebagai kegiatan menyenangkan.

“Masuk rumah buka sepatu”. Setiap keluarga punya aturan dan kebiasaan masing-masing. Di keluarga Anda mungkin tidak perlu melepas sepatu ketika masuk rumah. Sedangkan di keluarga teman anak sebaliknya. Perbedaan aturan perlu dipahami agar anak merasa nyaman, baik di rumah teman atau rumah sendiri.

Tradisi yang berbeda dalam komunitas lain perlu dipahaminya. Bagi keluarga muslim, anak-anak memberikan hormat pada orang tua dengan mencium tangan. Tentu anak perlu memahami  perbedaan ini agar bisa mengembangkan empatinya. Menghargai budaya lain, lebih mudah bagi anak diterima di komunitas lain. 

Patut disadari, Anda adalah sumber referensi anak. Cara Anda memandang tradisi yang lain dari budaya Anda, berpengaruh pada anak dalam ia menyikapi perbedaan di sekitarnya. Orang tua, karenannya, mesti hati-hati dengan bahasa tubuhnya. Misalnya, apakah secara tak sadar Anda cenderung mengajak anak menjauh saat berada di tengah-tengah orang yang berbeda dari Anda berdua?  

Bagaimana Anda menghadapi perbedaan, tertanam dalam diri anak. Ia cenderung bersikap seperti bagaimana Anda menyikapinya. Sikap positif Anda membantunya survive dalam perbedaan ketika ia dewasa nanti. 

Share on Facebook

17 June 2010 09:09 am | PRA SEKOLAH

Leave a Reply