Archive for April, 2009

PAUD penting

April 25th, 2009 -- Posted in Tumbuh Kembang, Umum | No Comments »

Pendidikan bagi anak usia dini sangat penting , karena saat itu dimulainya pembentukan mental dan karakter semasa kecil atau pada usia 0-5 tahun sebelum masuk sekolah pada tingkat pertama di sekolah dasar (SD). “Ini yang disebut masa masa emas pada si anak,” ujar Grace Ursia kepada Jubi belum lama ini di ruang kerjanya.

Menurut Grace melalui pendidikan pra sekolah ini, selain mental, seoarang anak dipersiapkan secara matang untuk bersaing, mempunyai ketrampilan tersendiri, menjadi seorang pemipin yang handal, dan berani tampil ditengah-tengah masyarakat.
Lebih lanjut jelas Grace bahwa latar belakang pelasaksanaan pengembangan pendidikan pra sekolah terdiri dari empat hal yaitu :

1.Setiap anak mempunyai hak untuk hidup dan berkembang, pemberian imunisasi, ASI, Gizi, Kesehatan, dan Monitoring pertumbuhan.
2.Hak Tumbuh kembang, Potensi masa Anak, Masa pertumbuhan, Usia Emas Golden Age : 0-5 tahun Simulasi Potensi Anak.
3.Hak Perlindungan, melindungi anak dari tindak kekerasan secara fisik, non fisik, diskriminasi dan eksploitasi, dan jaminan akte kelahiran.
4.Hak partisipasi, menjamin peran serta dan menghargai pendapat anak sesuai usia dan tingkat psikologisnya.

Bertolak dari empat hal diatas, maka menurut Grace ADP Port Numbay berusaha untuk melakukan pendidikan pra sekolah dengan nama program Wahana Pena Emas disosialisasikan kepada masyarakat sekitar tahun 2001.
“Wahana pena emas ini dilakukan bagi anak usia 0-5 tahun dan 5 -10 tahun. Di dalam program pena emas ini ada berbagai program yang dilakukan. Jadi bukan hanya pendidikan saja, karena lima tahun pertama kehidupan anak merupakan periode yang paling penting, “ujar Grace seraya menambahkan pada periode yang disebut “usia emas anak” atau “the golden age”, inilah tahun formatif untuk pembentukan untuk menentukan proses pembentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan potensi anak, yaitu perkembangan motorik (pembentukan keterampilan anak), mental dan panca indera, afeksi dan pengembangan daya pikir anak.

Selain itu lanjut dia anak mendapat jaminan yang memadai akan gizi/nutrisi, kesehatan untuk pertumbuhan dan pembentukan fisik, jika organ tubuh ini tidak dilakukan dengan baik maka anak mengalami “cacat permanen” atau cacat pengembangan potensinya.

Lebih lanjut kata Grace bukan hanya segi pendidikan dari anak saja yang diperhatikan tetapi segi kesehatan dan ekonomi kerakyatan dari masyarakat itu juga diperhatikan bersamaan dengan program pena emas ini. “Masyarakat yang menerima program pena emas ini. Kami berusaha untuk membentuk suatu Kelompok Studi Masyarakat (KSM)/ Kelompok Swadaya Anak (KSA), di beberapa distrik yang ada di Kota Jayapura. Selain itu kami berusaha untuk meminta kesepakatan dari masyarakat untuk bisa memberikan tanah bagi kami dengan memberikan perjanjian tanah selama lima belas tahun, untuk bisa ada pembangunan gedung KSM/KSA,” ujar Grace.

KSA program yang dibentuk berupa materi-materi yang dibagi dalam dua kelas yaitu kelas A dan B. “Untuk Materi kelas A : usia 3-4 tahun, materinya adalah melatih keselarasan motorik, penguatan percaya diri, pengembangan afeksi dan komunikasi aktif. Materi kelas B : Usia 4-5 tahun, materi yang diberikan adalah melatih ketrampilan berpikir, antara lain : menjodohkan, mengkasifikasikasifikasi, memahami hubungan, memahami pola, memecahkan pola, pengembangan bahasa lisa, persiapan membaca dan menulis, persiapan menghitung dan menjumlahkan. selain itu dalam KSA ini ada penambahan satu program yang dilakukan pada usia 5-10 tahun, denga materi yang diberikan yaitu : pengembangan keterampilan anak, penguatan daya pikir dan pemecahan masalah.

Hingga saat ini, di Jayapura ada sekitar 37 KSM yang berangotakan 1701 Kelompok Kerja (KK), yang sudah tersebar.
Sementara itu pakar pendidikan dari FKIP Uncen, Dr. Leonard Sagisolo, M.Pd ketika ditemui Jubi ruang kerjanya Senin (1/10), mengatakan pendidikan pra sekolah atau yang bisanya di sebut Pendidikan anak Usia Dini (PAUD), sangat penting walaupun bersifat di luar sekolah, karena secara tidak langsung sudah membentuk moral anak, daya pikir anak (kognitif), dan ketrampilan anak (psikomotor), ini mempunyai dampak yang baik bagi anak tersebut.

Ketika anak tersebut dibentuk secara bertahap dari pendidikan prasekolah selain TK mau pun Play Group atau kelompok bermain ini maka secara berurutan dan kedepan nanti anak tersebut akan mempunyai kreatifitas, ketrampilan dan kemampuan yang baik ketika berada pada pendidikan formal SD sampai pada perguruan tinggi. Hal ini sangat menolong anak-anak untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik, dan menolong masyarakat yang kurang mampu serta masyarakat dan anak-anak yang orang tuanya jarang berada di rumah karena pekerjaan mereka yang banyak.

“Namun yang perlu diperhatikan oleh para pengasuh anak, yang melayani dan mendidik anak tersebut harus memiliki kesabaran, kelemah lembutan, dan kemauan untuk membentuk anak tersebut, kalau tidak maka mental anak tersebut akan terganggu,” ujar Sagisolo.
Selain itu, Yudith Manai, salah satu pengurus (Staf Seksi Anak) Pada Kelompok Studi Masyarakat (KSM) Cendrerawasih, yang beralamat di Jln Aru Kompleks PLN Abepura, mengatakan sebelum KSM Cenderawasih berdiri sendiri, mereka masih bergabung dengan KSM Merpati di Kompleks Gereja Harapan Abepura. Bangunan KSM Cenderawasih baru dibangun sejak bulan Mei 2007 dan selesai pada akhir bulan Juli 2007. Tapi belum diresmikan, karena fasilitas yang akan digunakan dalam KSM seperti Komputer, Meja dan Alat Tulis dan Buku belum ada.

“Yang baru ada itu kursi, jumlahnya ada dua puluh dua kursi. Selain fasilitas ini, kami belum ada taman bacaan, rencana akan kami buat taman bacaan di sekitar halaman gedung ini. Saat ini jumlah murid di KSM Cenderwasih sebanyak 184 murid,” ujar Yudith Manai.

Lebih lanjut kata Yudith meski belum diresmikan gedung yang sudah dibangun ini dengan fasilitas yang minim tetapi program tetap berjalan sesuai dengan materi yang di berikan oleh Yayasan Wahanan Visi Indonesia (WVI) seperti Play Group dan Ibadah setiap dua minggu sekali dalam satu bulan untuk anak-anak usia 3-10 tahun.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa KSM Merpati Bergabung dengan KSM Cenderawasih untuk melakukan ibadah di gedung KSM Cenderawasih. “Kegitan pembuatan bak air minum bagi anak yang membutuhkan bak air minum dirumahnya kami lakukan setiap ada permintaan dari si anak. Pembuatan kartu natal, les tambahan materi komputer dan pembuatan kartu natal di komputer yang dilakukan setiap sore hari tergantung jam sekolah dari anak tersebut,” ujar Yudith.

Sedangkan anak usia 0-1 tahun yang termasuk dalam Kelompok Swadaya Anak (KSA), program yang sudah dilakukan oleh KSM Cenderawasih antara lain Penguatan Gizi anak yang di dalamnya pemberian makanan bergizi, Pemberian Imunisasi dan campak serta Pengobatan telinga, biasanya dilakukan dalam tiga bulan sekali oleh Puskesmas karena WVI sudah bekerja sama dengan mereka. “Ini semua dilakukan secara gratis. Selain itu kami juga mendapat bantuan berupa mesin parut yang kami gunakan mencari modal untuk memenuhi kebutuhan dalam dalam KSM in,” ujar Yudith dengan serius.

Share on Facebook

10 Cara Membuat Anak Merasa Istimewa

April 25th, 2009 -- Posted in Orang Tua | No Comments »

 

Sering kita meminta anak untuk bermain sendiri agar kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita. Namun demikian, merasa didahulukan sama pentingnya bagi anak seperti merasa diistimewakan. Terutama di sela-sela kesibukan Anda mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Mau tahu caranya? Ini dia!

1. Matikan teve & cabut kabel telepon
Ciptakan suasana makan (siang atau malam) tanpa gangguan dering telepon atau suara bising teve agar anak-anak memberi perhatiannya pada Anda.

2. Libatkan anak
Dengan mengajak anak ikut sibuk menyiapkan meja makan atau memasak makanan kegemaran mereka, merupakan saat yang tak terlupakan oleh buah hati.

3. Beri kejutan
Bagi ibu bekerja, tak ada salahnya bila sekali-sekali meminta izin atasan dan gunakan waktu tersebut untuk menjemput anak sepulang ia sekolah.

4. Buat tertawa
Suasana rumah akan terasa hidup bila terdengar suara tawa dari anak-anak. Ikut bermain dan tertawa bersama akan mempererat ikatan antara Anda dan anak.

5. Libatkan diri dengan sekolah
Kepedulian Anda terhadap perkembangan anak di sekolah akan membantu Anda mengatasi tekanan si anak dari sesama temanya atau kondisi kelasnya.

6. Libatkan pada kegiatan anak
Kegemaran anak memandangi bulan pada saat purnama, mungkin merupakan hal sepele bagi Anda. Tetapi mengetahui Anda peduli, dan secara khusus menyisihkan waktu untuk menemani mereka memandang bulan purnama, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi anak Anda.

7. "Kencan" dengan anak
Ajak anak menonton di bioskop atau makan es krim di cafe sepulang menjemput mereka dari les. Setiap anak akan menghargai waktu khusus yang disisihkan oleh ibu atau ayahnya.

8. Jangan berhenti bertanya
Selalu bertanya tentang bagaimana dan apa yang dilakukannya di sekolah hari ini agar mereka tahu bahwa Anda memang tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi padanya selama di sekolah.

9. Menjadi pendengar yang baik
Bila anak curhat , dengarkan mereka dengan penuh perhatian. Jangan sela pembicaraan mereka. Hal ini akan membuat anak merasa aman dan bahagia.

10. Manjakan diri
Jangan merasa bersalah untuk sesekali ke salon melakukan spa, facial , atau apa saja. Semakin enak perasaan yang Anda rasakan, Anda pun akan semakin bahagia bila berkumpul bersama anak-anak tercinta.

Share on Facebook

Febryan Mulai PAUD

April 25th, 2009 -- Posted in Tumbuh Kembang | No Comments »

 

Sejak 2 Bulan lalu Febryan mulai masuk PAUD. Koq sudah sekolah? Iya itulah Jaman sekarang, demam PAUd melanda negeri ini. di Desa-desa, di kampung-kampung. Apalagi di kota besar seperti Surabaya, tempat Febryan tinggal. Meski usia Febryan baru 2 Tahun.  1 Februari lalu usianya tepat 2 tahun, Ibu-ibu PKK di kampung Kranggan Margorejo yang kecentilan, pada mendirikan PAUD di balai RW Margorejo. Anak-anak kecil (bayi) pada masuk PAUD Puspa hati yang dikelola iBu-ibu PKK ini.

Hari Pertama Sekolah, Febryan yang berkembang begitu cepat dan cerdas, kini mulai memasuki dunia yang banyak teman. Pada bingung memang, yang sekolah justru Ibunya, sia anak hanya tolah-toleh, nangis, ngantuk, ngambek dll. Itulah anak-anak. Kini mereka mulai bisa beradaptasi,mulai mau baris, nyanyi dll.

Selamat belajar di usia dini Febryan…

Share on Facebook