November 15th, 2008 -- Posted in Orang Tua, Tumbuh Kembang |
Bantu anak mengembangkan, kemampuan interpersonalnya.
Anak bisa diajarkan dan dilatih sikap- sikap yang dibutuhkan dalam pertemanan seperti berbagi, peduli, berempati, toleransi, dan menjauhi sikap negatif. Contoh, ketika ada anak lain dipukul temannya, orang tua bisa memberikan suatu pelajaran pada anaknya, “Lihat, Ari memukul Kiki. Menurutmu, boleh tidak berbuat seperti itu pada teman?” biarkan anak menjawabnya dan berikan penjelasan lebih lanjut.
Ajarkan bersikap ramah.
Senyum tulus, tatapan mata yang ramah, tegur-sapa ringan seperti “apa kabar”, “hai”, dan sebagainya, bisa menjadi langkah awal yang baik dalam pendekatan pertemanan. Nah, ajari anak untuk menilai pertemanan dengan hal-hal kecil dan sederhana seperti itu.
Beritahu anak untuk menarik teman secara wajar
Ada anak yang berupaya menarik perhatian temannya dengan cara mentraktir dan ikut membantu, misal. Boleh-boleh saja selama dalam batas kewajaran. Jangan sampai anak disalahgunakan teman-temannya seperti teman-teman minta ditraktir setiap hari, si anak dikerjai untuk membuatkan PR temannya, dan lain-lain. Katakan kepada anak agar menghindari pertemanan yang tidak sehat tersebut.
Minta anak mengundang temannya ke rumah
Pada acara-acara tertentu seperti ulang tahun, orangtua mungkin bisa meminta anak mengundang teman-temannya. Jikapun tidak ada acara tertentu, minta anak sesekali mengajak temannya ke rumah, sepulang sekolah misalnya, untuk belajar bersama.
Share on Facebook
November 15th, 2008 -- Posted in Kesehatan |
Anak hiperaktiv adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome.
Apa Itu Gangguan Hiperkinetik atau GPPH/ADHD ?
Gangguan hiperkinetik adalah gangguan pada anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan ciri utama tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktiv dan impulsif. Ciri perilaku ini mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut hingga dewasa.
Apakah Ada Ciri-ciri Lain Yang Menyertai Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD) ?
Ciri-ciri lain yang sering menyertai gangguan hiperkinetik adalah :
- Kemampuan akademik tidak optimal
- Kecerobohan dalam hubungan sosial
- Kesembronoan dalam menghadapi situasi yang berbahaya
- Sikap melanggar tata tertib secara impulsif
- Bilamana Anak Disebut Menderita Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD)?
Mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, mendengarkan guru dan permainan.
Hiperaktivitas, selalu bergerak dan tidak bisa tenang
Impulsivitas, melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu
Berbagai Tipe Hiperkinetik atau GPPH/ADHD :
- Tipe sulit konsentrasi
- Tipe hiperaktiv – impulsiv
- Tipe kombinasi
Apa Akibatnya Bila Anak Menderita Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD)?
- Anak tidak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik
- Anak sering tidak patuh terhadap perintah orang tua
- Anak sulit didisiplinkan
Apabila Gangguan Hiperkinetik (ADHD) Tidak Diobati maka akan :
Menimbulkan hambatan penyesuaian perilaku sosial dan kemampuan akademik di lingkungan rumah dan sekolah, sehingga dapat mengakibatkan perkembangan anak tidak optimal dengan timbulnya gangguan perilaku di kemudian hari.
Kondisi Lain yang Menyertai Gangguan Hiperkinetik :
- Gangguan tingkah laku
- Gangguan sikap menentang
- Depresi
- Gangguan cemas
- Kesulitan belajar
- Retardasi mental
- Gangguan pemusatan perhatian (disorder of attention)
- Gangguan pengendalian motorik (disorder of motor control)
- Gangguan persepsi (disorder of perception /DAMP)
- Autisme Anak Hiperaktif (Gangguan Hiperkinetik)
Share on Facebook