Archive for September, 2008
September 24th, 2008 -- Posted in Tumbuh Kembang |
 Di awal usia batita, anak mulai mampu mengucapkan kata yang memiliki makna. Meski kebanyakan kata tersebut masih sulit dipahami karena artikulasi (pengucapannya) masih belum baik. Perlu diketahui, kemampuan batita dalam berbicara dipengaruhi kematangan oral motor (organ-organ mulut). Sementara, kemampuan yang menunjang perkembangan bahasa di antaranya kemampuan mendengar, artikulasi, fisik (perkembangan otak dan alat bicara), dan lingkungan.
Maka jangan heran kalau di usia batita anak belum lancar berbicara. Apa sajakah kendalanya? Berikut penjelasannya. continue reading »
Share on Facebook
September 24th, 2008 -- Posted in Orang Tua, Tumbuh Kembang |

Orang tua mana yang tak ingin punya anak berbakat? Bagaimana, sih, cara mendeteksi bakat si cilik? “Anak sulung saya luar biasa aktif. Dia juga pintar dan suka sekali bertanya. Kadang, pertanyaannya bikin kami kewalahan. Teman-teman saya bilang, si sulung termasuk anak berbakat,” tutur Andika, ayah dua anak tentang putra sulungnya yang berusia 4 tahun. Banyak orang dengan mudah menyimpulkan si A, si B, atau si C anak berbakat. Entah karena ia selalu jadi juara kelas, juara lomba, dan sebagainya. Bahkan, anak yang belum pernah menunjukkan prestasinya di bidang tertentu pun, sering dikatakan anak berbakat. Misalnya, suaranya merdu saat menyanyi. Sebenarnya, seperti apa sih, yang dimaksud anak berbakat?
continue reading »
Share on Facebook
September 24th, 2008 -- Posted in Orang Tua, Tumbuh Kembang |
Anda mungkin pernah mengalaminya: si kecil yang berusia batita selalu berteriak-teriak kala menginginkan sesuatu. Entah itu minta ditemani bermain, dibuatkan susu, dan lainnya. Atau malah si kecil hanya berteriak tanpa jelas apa makna ucapannya. Orang tua pun tak sabar dibuatnya, sehingga dihardiklah si buah hati, “Sssh, berisik, ah!”
Ternyata, perilaku si batita yang demikian sangat terkait dengan perkembangan bahasanya. Maklum, kematangan bicara batita umumnya belum sempurna.Dengan demikian mereka akan mengalami kesulitan dalam mengutarakan maksudnya pada orang lain. Karena itulah, ia akan berusaha menemukan cara-cara yang mudah baginya untuk menarik perhatian orang lain, terutama agar keinginannya dapat dipahami, seperti “Oh… Adek ingin minum, ya. Yuk, minum.” continue reading »
Share on Facebook
September 23rd, 2008 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua |
Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.
Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias memuntahkannya lagi. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim. “Sebenarnya, masalah ini tak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebabnya dan kemudian segera mengatasinya,” kata dr. Kishore R.J, dari Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. continue reading »
Share on Facebook
September 23rd, 2008 -- Posted in Uncategorized |
Dot yang terlalu keras dan keseringan minum obat juga bisa membuat si kecil menderita penyakit ini.
Â
Â
Sariawan pada bayi kerap bikin bingung orang tua. Malah banyak yang tidak menyangka kalau anak berusia 0-12 bulan bisa mengalaminya. Jadi ketika si kecil rewel berkepanjangan dan enggan makan maupun menyusu, kita tak pernah mengaitkannya dengan kemungkinan penyakit tersebut. Padahal, sariawan bisa menimpa siapa saja. Bahkan sekitar 20 persen populasi berisiko terkena sariawan, termasuk bayi.
Â
jadi mulai sekarang, saat si kecil menujukkan rewel yang tidak biasa dan menolak minum/makan, coba periksa bagian mulutnya. Ciri-ciri fisik sariawan pada bayi hampir sama kok dengan sariawan orang dewasa, yakni adanya bintik putih yang dilingkari lingkaran berwarna merah. Namun jangan keliru, pada bayi sering juga ditemukan tanda putih agak buram di langit-langit mulutnya. Sekilas mirip sariawan, tapi sebenarnya adalah apstain pearl atau mutiara apstain. Ini sifatnya fisiologis dan akan menghilang sendiri. continue reading »
Share on Facebook
September 23rd, 2008 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua |
 Ternyata kompres dengan es sudah ketinggalan zaman dan tak efektif. Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak.
 Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. “Kalau suhunya 37,5 sampai 39 derajat Celcius, cukup pakai obat-obat penurun panas. Tapi kalau sampai 39-40 derajat Celcius, kompres perlu dilakukan untuk membantu menurunkan panas,” kata dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. “Penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres.”

Dimandikan Profesional
Zaman dulu, kata Waldi, untuk mengompres umumnya digunakan air dingin atau es. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. “Sebab, kalau tubuh dikompres es atau air dingin, suhunya tak turun, malah makin tinggi. Ini terjadi karena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luar dingin, maka tubuh akan menginterpretasi- kan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas.” Â
 Selain itu, efek dingin bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit jadi mengecil. Alhasil, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar, terhalang karena jalannya terhambat. “Kompres dingin juga bisa membuat pusat pengaturan panas dalam tubuh jadi kacau. Saraf-saraf yang digunakan untuk melihat atau memantau suasana di luar tubuh menangkap kesan, di luar tubuh dingin, sehingga tubuh pun akan bertambah panas.” Kendati kompres dingin sudah tidak lagi dianjurkan karena berdampak negatif, “Tapi tak sepenuhnya ditinggalkan. Untuk sejumlah kasus semisal luka memar dan bakar, kompres air dingin masih kerap digunakan. Bahkan air dingin disiram- kan ke tubuh korban luka bakar,” jelas Waldi. continue reading »
Share on Facebook
September 22nd, 2008 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua |
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)
Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini. Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.
continue reading »
Share on Facebook
September 22nd, 2008 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua |
TAFAKKUR : berpikir, menganalisa, introspeksi. Menurut al-Ghozali, orang yg berpikir dengan benar akan menjadi DZAWI AL-ALBAB (ilmuan) yg terbuka pintu kalbunya, sehingga akan mendapat Ilham. Dalam Risalah Laduniyah, al-Ghozali pun menjelaskan bahwa TAFAKKUR merupakan salah satu cara untuk memperoleh ILMU LADUNI.Â

Taffakur
Tentang tafakkur ini, ada hadits Rosululloh, seperti yg di kutip al-Ghozali, “Berpikir sesaat adalah lebih baik dari pada ibadah enam puluh tahun.” Al-Ghozali tampaknya memahami hadits ini dengan maksud berpikir yg teratur dan dengan syarat syarat berpikir yg baik. Untuk menjelaskan cara berpikir yg baik, maka al-Ghozali menjelaskannya dalam kitab kitab lainnya.
Dalam kaitannya dengan Ta’allum Robbani, metode tafakkur merupakan cara setelah Ta’allum. Antara Ta’allum dengan tafakkur keduanya berbeda. Ta’allum berlangsung secara “ekstern” dengan melalui proses belajar yg dilakukan secara lahiriah, sedangkan tafakkur berlangsung secara “intern” dengan proses pembelajaran dari dalam diri manusia yg melalui aktivitas berpikir, yg menggunakan perangkat bathiniah (jiwa) manusia.
continue reading »
Share on Facebook
September 22nd, 2008 -- Posted in Kesehatan, Umum |
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69)
continue reading »
Share on Facebook
September 22nd, 2008 -- Posted in Uncategorized |
Â
Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius. continue reading »
Share on Facebook
Next »