Archive for the 'Orang Tua' Category

Balita Laki-laki Belajar dari Ayah

June 17th, 2010 -- Posted in Orang Tua | 1 Comment »

 Anak laki-laki yang dirawat dan mendapat sentuhan fisik ayah, dapat menerima diri secara positif dan merasa aman dengan maskulinitasnya. Apa saja yang dipelajari balita laki-laki dari ayahnya?

 
Suatu penelitian mengungkap bahwa para ayah perlu berinteraksi dengan anak sedikitnya dua jam sehari dan enam setengah jam di akhir minggu. Dengan bertambahnya usia anak, jumlah waktu bisa saja berkurang. Namun kebutuhan anak laki-laki untuk berinteraksi dengan ayah, dua kali melebihi kebutuhan anak perempuan.
continue reading »
Share on Facebook

Perbedaan Anatomis Otak Bayi Lelaki dan Perempuan

June 17th, 2010 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua | No Comments »

 Penelitian di Virgian Polytechnic Institute and state University, AS (2008) terhadap 224 anak perempuan dan 284 anak lelaki usia 2 bulan-16 tahun, mengatakan kemampuan berbahasa dan motorik halus anak perempuan berkembang 6 tahun lebih awal dari area otak anak lelaki. Area di otak yang melibatkan spasial dan menargetkan suatu hal berkembang 4 tahun lebih awal pada anak lelaki dibandingkan otak anak perempuan. Setelah lahir, otak bayi lelaki dan perempuan tetap menunjukkan perbedaan secara anatomi. continue reading »

Share on Facebook

Akupuntur Hasilkan Pereda Nyeri Alami

June 2nd, 2010 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua | No Comments »

 Setiap tusukan jarum di titik tertentu di tubuh ternyata efektif untuk merangsang tubuh mengeluarkan pereda nyeri alamiah yang disebut adenosine.Hasil penelitian ini semakin mengukuhkan pendapat bahwa metode akupuntur bisa diteliti dan dijelaskan secara ilmiah. 

Berbekal pengetahuan tersebut, para ahli yakin manfaat akupuntur ini bisa digabungkan dengan obat kanker deoxycoformycin, yang menjaga agar kadar adenosine dalam tubuh lebih bertahan lama.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr.Maiken Nedergaard dan timnya dari University of Rochester Medical Center. Secara intensif mereka melakukan penelitian pada mencit yang diberikan terapi akupuntur setengah jam untuk kelompok mencit yang mengalami rasa tidak nyaman karena bekas cakaran.  continue reading »

Share on Facebook

Seluk Beluk Hepatitis B

May 29th, 2009 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua | No Comments »

 Tidak banyak yang tahu, bahwa virus hepatitis bisa lebih berbahaya ketimbang virus HIV. Pasalnya, virus hepatitis B dapat menginfeksi 50 sampai 100 kali lebih besar daripada HIV. Dari 7 jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G, virus hepatitis B dan C adalah jenis virus yang paling berbahaya, sebab dapat berkembang menjadi kanker hati.

Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) yang disebabkan oleh virus HBV. Virus ini hanya dapat menular melalui kontak darah atau cairan tubuh lainnya dengan orang yang terinfeksi, seperti: transfusi darah, penggunaan jarum suntik khususnya untuk pengguna narkoba suntik, kontak seksual, penggunaan peralatan makan yang sama dengan orang yang terinfeksi, proses kelahiran dan kehamilan dari ibu yang terinfeksi, dan sebagainya.

Sebaliknya, virus ini tidak bisa menular melalui sentuhan atau kontak biasa, dan tidak menyebar dari makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala-gejala. Jika tubuh kita terinfeksi HBV, ada beberapa gejala yang menandainya, yaitu:

  • Warna kulit menjadi lebih kuning (jaundice/sakit kuning)
  • Warna urine menjadi lebih gelap
  • Mudah lelah atau seringkali merasa lelah yang teramat sangat
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit di bagian perut.

Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan setahun untuk bisa sembuh dari gejala-gejala itu. Dan jika tidak segera ditangani, HBV bisa menyebabkan infeksi hati yang kronis, yang kemudian dapat berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati. Jika sudah pada tahap sirosis, dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Bahaya pada anak. Kapan infeksi virus hepatitis B menjadi kronis tergantung pada usia berapa seseorang terinfeksi. Jika seseorang terinfeksi ketika masa kanak-kanak, maka akan lebih besar kemungkinan infeksi itu berkembang menjadi infeksi yang lebih kronis.

Sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi virus ini pada tahun pertama, akan berkembang menjadi infeksi kronis. Sementara pada anak-anak yang terinfeksi pada usia antara satu sampai empat tahun, sekitar 30 sampai 50 persennya akan berkembang menjadi infeksi kronis. Dan sekitar 25 persen orang dewasa meninggal karena kanker hati, dimana ia terinfeksi HBV sejak masa kanak-kanaknya. Namun, sekitar 90 persen orang dewasa sehat yang baru terinfeksi HBV dapat sembuh dan virus bisa hilang dalam jangka waktu enam bulan.

Imunisasi itu penting! Itulah sebabnya, mengapa imunisasi vaksin hepatitis B sangat diperlukan sejak kecil, untuk menghindari anak terkena virus hepatitis B. Dan vaksinasi harus diberikan tiga sampai empat dosis, sesuai dengan jadwal imunisasi rutin.

Jika rangkaian vaksin hepatitis sudah diberikan secara lengkap, maka sekitar 95 persen antibodi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda, dapat melindungi tubuh dari virus HBV. Setelah usia 40 tahun, perlindungan dari vaksin tersebut turun menjadi sekitar 90 persennya.

Adakah obatnya? Kini penderita hepatitis B sudah bisa sedikit bernapas lega. Obat untuk mengobati penyakit ini sudah ditemukan. Ada empat jenis obat yang bisa digunakan, yaitu lamivudin, adefovir, entecavir, atau peginterferon alfa-2a, yang bisa dikonsumsi dengan cara ditelan (oral) atau injeksi.

Namun penggunaan obat-obatan tersebut masih juga ada kekurangannya. Selain efek samping yang mungkin terjadi, penggunaan obat-obatan hepatitis B harus dilakukan secara rutin dan tidak boleh putus hingga pasien sembuh. Kalau tidak, maka tubuh akan kebal terhadap obat, dan resisten. Selain itu, harga obat-obatan itu masih cenderung mahal di Indonesia. Harganya bisa sekitar Rp. 2 juta untuk sekali minum/suntik.

Jadi, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? 

Share on Facebook

3 Tahun Juga Bisa Stres

May 29th, 2009 -- Posted in Kesehatan, Orang Tua | No Comments »

 Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa stres, si kecil pun bisa mengalami stres. Coba kenali tanda-tandanya dan bantu ia menata perasaannya.

Seringkali orang tua memang tidak menyadari perubahan perilaku pada si kecil mengindikasikan bahwa ia stress. Apalagi, anak masih belum bisa mengemukakan kalau ia stress. Akibatnya, si kecil hanya bisa menyalurkan kegalauannya melalui perilaku yang seringkali tidak menyenangkan.

Banyak hal yang bisa menyebabkan si kecil tertekan, seperti perubahan suasana dan lingkungan, pola asuh dengan kekerasan, tidak konsisten, atau overprotective. Pindah tempat tinggal (yang berarti beradaptasi dengan rumah, lingkungan, Taman Bermain dan kebiasaan baru), perpisahan kedua orang tuanya, masalah-masalah dengan guru atau teman bermainnya, serta kematian orang dekat atau hewan peliharaannya, juga dapat membuat si kecil stres.

Kenali tanda-tandanya. Anda dapat membantu si kecil mengatasinya dengan melihat tanda-tanda stres yang ditunjukkannya. mencari tahu penyebabnya dan lantas mencari jalan keluarnya. Terkadang hal yang tidak terpikir oleh kita, ternyata dapat menjadi pemicu stres si kecil. Apakah itu?

Kebiasaan menggigit kuku pada situasi tertentu.

  • Sulit makan.
  • Lebih rewel.
  • Bermasalah dalam tidur.
  • Amati kapan gejala itu mulai muncul dan ingat-ingat ada kejadian apa dalam masa itu yang mungkin bermakna bagi anak.
  • Kapan saja kebiasaan tersebut timbul.

Cari jalan keluarnya! Setelah Anda mengenali tanda-tanda stres yang ditunjukkannya, Anda bisa mulai mencari penyebabnya dan jalan keluarnya.

Jika masalahnya berhubungan dengan kelekatan Anda dan si kecil yang kini harus berpisah karena Anda bekerja, buatlah perpisahan bertahap sehingga si tiga tahun dapat menyesuaikan diri.

Membina komunikasi terbuka dengan si tiga tahun merupakan modal utama dalam membantu mengatasi stresnya. Cara ini membuat Anda mengetahui apa yang dirasakan atau dialaminya. Tak hanya perasaan atau pengalaman negatif, tapi juga positif.

Keberhasilan si tiga tahun mengatasi stresnya kali ini, akan membentuk kemampuannya menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan di masa datang. Namun, jika stres si kecil cukup berat dan Anda tak mampu membantu mengatasinya, bantuan profesional diperlukan.

Share on Facebook

10 Cara Membuat Anak Merasa Istimewa

April 25th, 2009 -- Posted in Orang Tua | No Comments »

 

Sering kita meminta anak untuk bermain sendiri agar kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita. Namun demikian, merasa didahulukan sama pentingnya bagi anak seperti merasa diistimewakan. Terutama di sela-sela kesibukan Anda mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Mau tahu caranya? Ini dia!

1. Matikan teve & cabut kabel telepon
Ciptakan suasana makan (siang atau malam) tanpa gangguan dering telepon atau suara bising teve agar anak-anak memberi perhatiannya pada Anda.

2. Libatkan anak
Dengan mengajak anak ikut sibuk menyiapkan meja makan atau memasak makanan kegemaran mereka, merupakan saat yang tak terlupakan oleh buah hati.

3. Beri kejutan
Bagi ibu bekerja, tak ada salahnya bila sekali-sekali meminta izin atasan dan gunakan waktu tersebut untuk menjemput anak sepulang ia sekolah.

4. Buat tertawa
Suasana rumah akan terasa hidup bila terdengar suara tawa dari anak-anak. Ikut bermain dan tertawa bersama akan mempererat ikatan antara Anda dan anak.

5. Libatkan diri dengan sekolah
Kepedulian Anda terhadap perkembangan anak di sekolah akan membantu Anda mengatasi tekanan si anak dari sesama temanya atau kondisi kelasnya.

6. Libatkan pada kegiatan anak
Kegemaran anak memandangi bulan pada saat purnama, mungkin merupakan hal sepele bagi Anda. Tetapi mengetahui Anda peduli, dan secara khusus menyisihkan waktu untuk menemani mereka memandang bulan purnama, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi anak Anda.

7. "Kencan" dengan anak
Ajak anak menonton di bioskop atau makan es krim di cafe sepulang menjemput mereka dari les. Setiap anak akan menghargai waktu khusus yang disisihkan oleh ibu atau ayahnya.

8. Jangan berhenti bertanya
Selalu bertanya tentang bagaimana dan apa yang dilakukannya di sekolah hari ini agar mereka tahu bahwa Anda memang tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi padanya selama di sekolah.

9. Menjadi pendengar yang baik
Bila anak curhat , dengarkan mereka dengan penuh perhatian. Jangan sela pembicaraan mereka. Hal ini akan membuat anak merasa aman dan bahagia.

10. Manjakan diri
Jangan merasa bersalah untuk sesekali ke salon melakukan spa, facial , atau apa saja. Semakin enak perasaan yang Anda rasakan, Anda pun akan semakin bahagia bila berkumpul bersama anak-anak tercinta.

Share on Facebook

Daftar Game Yang Berbahaya, Untuk Anak

February 14th, 2009 -- Posted in Orang Tua | No Comments »

 Lembaga penelitian National Institute on Media and the Family (NIMF), mengeluarkan daftar game yang tidak layak dimainkan oleh para anak. Daftar ini sengaja dibuat berkaitan dengan datangnya musim Liburan Natal dan Tahun Baru. Biasanya di saat liburan, anak-anak akan menghabiskan waktunya dengan bermain video game tanpa pengawasan orang tua sepenuhnya.

 
Menurut mereka, game-game dengan adegan kekerasan sering dimainkan oleh anak-anak. Padahal jenis permainan ini seharusnya ditujukan untuk orang dewasa. Selama ini NIMF memang dikenal sebagai lembaga yang sering mengkritisi industri game yang membuat permainan tanpa ada peringatan batasan umur bagi pemainnya.
 
Berikut daftar 10 jenis game yang dianggap berbahaya oleh NIMF :
 
Blitz: The League II
Dead Space
Fallout 3
Far Cry 2
Gears of War 2
Legendary
Left 4 Dead
Resistance 2
Saints Row 2
Silent Hill: Homecoming
Sebagai alternatif, mereka merekomendasikan beberapa game yang cocok dimainkan anak-anak, antara lain Guitar Hero World Tour, Rock Band 2, Rock Revolution, Spider-Man: Web of Shadows dan Shaun White Snowboarding.
 
Lembaga ini juga menyarankan kepada orang tua agar selalu mendampingi sang anak saat bermain game.
 
sumber: conectique.com
Share on Facebook

Pot Apel Biskuit Makanan bayi 9 – 12 bulan

February 14th, 2009 -- Posted in Orang Tua, Umum | No Comments »
Bahan :
1 buah apel manis, kupas, cincang
1/8 sdt kayu manis bubuk
4 keping biskuit
1 sdm air
150 ml air panas
1 butir telur
50 gram gula pasir
3 sdm susu formula bubuk
 
Cara membuat :
 
Masukkan apel, kayu manis dan air ke dalam panci, rebus sampai apel lunak di atas api kecil selama kurang lebih 5 menit
Ambil 2 cetakan kecil tahan panas ukuran 200 ml, olesi margarin
Letakkan 2 keping biskuit di dasar masing2 cetakan, lalu tutup dengan apel rebus
Larutkan 150 ml air panas dengan telur kocok dan gula pasir ke dalam mangkuk, aduk rata lalu tuang ke dalam cetakan berisi apel
Rendam cetakan apel dalam pinggan lebih besar berisi air setinggi setengah cetakan apel. Panggang selama 20 menit sampai matang. Keluarkan, tunggu sampai agak dingin, bubuhi susu formula, aduk rata. Sajikan

 

Share on Facebook

Agar anak cerdas bergaul

November 15th, 2008 -- Posted in Orang Tua, Tumbuh Kembang | No Comments »

 

 Bantu anak mengembangkan, kemampuan interpersonalnya.
Anak bisa diajarkan dan dilatih sikap- sikap yang dibutuhkan dalam pertemanan seperti berbagi, peduli, berempati, toleransi, dan menjauhi sikap negatif. Contoh, ketika ada anak lain dipukul temannya, orang tua bisa memberikan suatu pelajaran pada anaknya, “Lihat, Ari memukul Kiki. Menurutmu, boleh tidak berbuat seperti itu pada teman?” biarkan anak menjawabnya dan berikan penjelasan lebih lanjut.
 
Ajarkan bersikap ramah.
Senyum tulus, tatapan mata yang ramah, tegur-sapa ringan seperti “apa kabar”, “hai”, dan sebagainya, bisa menjadi langkah awal yang baik dalam pendekatan pertemanan. Nah, ajari anak untuk menilai pertemanan dengan hal-hal kecil dan sederhana seperti itu. 
 
Beritahu anak untuk menarik teman secara wajar
Ada anak yang berupaya menarik perhatian temannya dengan cara mentraktir dan ikut membantu, misal. Boleh-boleh saja selama dalam batas kewajaran. Jangan sampai anak disalahgunakan teman-temannya seperti teman-teman minta ditraktir setiap hari, si anak dikerjai untuk membuatkan PR temannya, dan lain-lain. Katakan kepada anak agar menghindari pertemanan yang tidak sehat tersebut.
 
Minta anak mengundang temannya ke rumah
Pada acara-acara tertentu seperti ulang tahun, orangtua mungkin bisa meminta anak mengundang teman-temannya. Jikapun tidak ada acara tertentu, minta anak sesekali mengajak temannya ke rumah, sepulang sekolah misalnya, untuk belajar bersama.
Share on Facebook

Indikator Anak Berbakat

September 24th, 2008 -- Posted in Orang Tua, Tumbuh Kembang | No Comments »

Service Sepeda Motor

Orang tua mana yang tak ingin punya anak berbakat? Bagaimana, sih, cara mendeteksi bakat si cilik? “Anak sulung saya luar biasa aktif. Dia juga pintar dan suka sekali bertanya. Kadang, pertanyaannya bikin kami kewalahan. Teman-teman saya bilang, si sulung termasuk anak berbakat,” tutur Andika, ayah dua anak tentang putra sulungnya yang berusia 4 tahun. Banyak orang dengan mudah menyimpulkan si A, si B, atau si C anak berbakat. Entah karena ia selalu jadi juara kelas, juara lomba, dan sebagainya. Bahkan, anak yang belum pernah menunjukkan prestasinya di bidang tertentu pun, sering dikatakan anak berbakat. Misalnya, suaranya merdu saat menyanyi. Sebenarnya, seperti apa sih, yang dimaksud anak berbakat?

continue reading »

Share on Facebook

Next »