BERMAIN SKUTER

Bermain Skuter di GIANT – MASPION SQUARE SURABAYA

14 DESEMBER 2011

Share on Facebook

AL QUR’AN ONLINE

 

 

Share on Facebook

Tags:

Kyai Aad Ainurussalam

KOLEKSI YANG LAIN KLIK PLAYLIST ___^

Share on Facebook

Tags:

Qosidah An Nuriyah Surabaya

LAGU YANG LAIN KLIK PLAYLIST___^

Share on Facebook

Sejarah Es Krim

Sebelum adanya sistem pendingin yang modern, es krim adalah makanan yang mewah dan hanya dihidangkan pada acara-acara yang spesial. 

Dahulu, membuat es krim adalah hal yang sangat merepotkan. Untuk membuat es krim, Es didapatkan dari danau atau kolam yang membeku saat musim dingin, kemudian dipotong dan disimpan dalam tumpukan jerami, lubang di dalam tanah, atau tempat penyimpanan es yang terbuat dari kayu dan diberi jerami. Es disimpan untuk kemudian dipakai saat musim panas. 

Saat musim panas. es krim kemudian dibuat secara tradisional dengan mengolah adonan didalam mangkuk besar yang ditaruh dalam sebuah tube yang diisi dengan campuran es yang telah dihancurkan dan garam, yang membuat adonan es krim itu membeku.

Share on Facebook

Tags: ,

Sejarah Kertas

Kertas pertama kali diciptakan oleh bangsa Cina. Tsai Lun adalah orang yang menemukan kertas yang dibuat dari bahan bambu yang mudah didapatkan di Cina pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini kemudian menyebar ke Jepang dan Korea seiring dengan menyebarnya bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu, walaupun sebenarnya cara pembuatan kertas pada awalnya merupakan hal yang sangat dirahasiakan.

Teknik pembuatan kertas jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Para tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab, sehingga kemudian muncullah industri-industri kertas disana.

Teknik pembuatan kertas kemudian juga menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan Spanyol dan ke seluruh dunia.

Share on Facebook

Tags:

Sejarah Pensil

Penggunaan timbal dan grafit yang memberikan efek goresan abu-abu sudah dimulai sejak zaman Yunani. 

Pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Inggris bagian utara. Walaupun terlihat seperti batu bara, grafit tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengkilap serta mudah dihapus. Pada masa itu grafit masih disalahartikan dengan timah hitam dan plumbago. Karena itulah istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. 

Karena berminyak, dahulu grafit dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuk tongkat dibungkus dengan tali. 

Tidak diketahui dengan pasti siapa yang pada awalnya memasukkan grafit ke dalam wadah kayu sehingga berbentuk pensil yang kita kenal sekarang ini. Namun, pada tahun 1560-an, pensil dengan bentuk yang primitif sudah ada di benua Eropa. 

Grafit kemudian diekspor untuk para seniman, dan pada abad ke 17 bisa dikatakan grafit telah digunakan dimana-mana.
 
Para pembuat pensil melakukan percobaan dengan grafit untuk menciptakan alat tulis yang lebih baik. 

Karena grafit menjadi hal yang begitu berharga dan menjadi incaran pencuri, pada tahun 1752 Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang yang menetapkan bahwa pencuri grafit bisa dipenjarakan. 

Pada tahun 1789 nama grafit yang berasal dari bahasa Yunani graphein resmi diberikan, sehingga menghilangkan kebingungan antara grafit dengan timah hitam. 

Dalam pembuatan pensil modern, grafit murni digunakan dengan cara dicampur dengan tanah liat.

Share on Facebook

Tags: ,

CINTA SETULUS JIWA

 

Dalam luka
Dalam duka
Engkau ada dan setia
Temani jiwa…

Surya yang memerah
Senja di langit dunia
Sunyi hatiku
Terbayang wajah mereka

Yang memelukku
Menjagaku
Memberiku kasih dan sayang
Mencintaiku
Merawatku tanpa lelah
Setulus jiwamu…

Jauh sudah langkah hari
Yang memanggil rindu
Di dalam hatiku padamu
Andai bisa ku mengulang waktu
Hanya tuk mengerti akanmu menyentuhmu…
 

 

Share on Facebook

Tags: